Bajau Indo Kenalkan Inovasi Struktur Apung Modular di IndoBuildTech Expo 2026, Bidik Sektor Pariwisata, Pelabuhan, dan Konservasi Lingkungan
EXPOINDONESIA.COM, Tangerang – PT Asa Kreasi Global melalui brand Bajau Indo mencatatkan debutnya dalam ajang IndoBuildTech Expo 2026 (IBT 2026), pameran terbesar di Indonesia untuk sektor bangunan, arsitektur, dan interior yang berlangsung di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang, pada 8–12 Juli 2026. Keikutsertaan perdana ini dimanfaatkan perusahaan untuk memperkenalkan inovasi struktur apung modular buatan Indonesia yang ditujukan bagi sektor pariwisata, infrastruktur maritim, hingga pengelolaan lingkungan.
Pada hari terakhir penyelenggaraan pameran, Minggu (12/7), Direktur PT Asa Kreasi Global (Bajau Indo), Deviana, mengatakan bahwa IndoBuildTech menjadi panggung strategis untuk memperkenalkan teknologi struktur apung kepada kalangan arsitek, kontraktor, konsultan, pengembang, maupun instansi pemerintah.
“Ini adalah pertama kalinya Bajau Indo mengikuti IndoBuildTech Expo. Tahun lalu saya datang sebagai pengunjung dan melihat potensi yang luar biasa. Saat itu saya langsung mengatakan kepada tim bahwa tahun berikutnya kami harus hadir sebagai peserta karena hampir seluruh pelaku industri bangunan dan para arsitek berkumpul di sini,” ujar Deviana saat ditemui di booth Bajau Indo.
PT Asa Kreasi Global merupakan perusahaan nasional yang berdiri pada Juni 2024 dan mulai beroperasi pada Oktober tahun yang sama. Sejak awal, perusahaan fokus mengembangkan berbagai solusi struktur apung modular berbahan Linear Low Density Polyethylene (LLDPE) yang diproduksi menggunakan teknologi rotational molding (rotomolding).
Menurut Deviana, ide pengembangan produk berawal dari kebutuhan sebuah proyek yang disampaikan rekan dari Australia yang membutuhkan konsep bangunan terapung. Berbekal kemampuan manufaktur yang dimiliki, tim Bajau Indo kemudian melakukan riset, mengembangkan desain secara mandiri, hingga menghasilkan produk yang seluruh proses pengembangannya dilakukan oleh tenaga lokal Indonesia.
“Teknologi produksi menggunakan mesin rotomolding, tetapi seluruh konsep, desain, hingga pengembangan produknya merupakan hasil pemikiran tim kami sendiri. Kami ingin menghadirkan solusi yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan Indonesia sebagai negara kepulauan,” katanya.
Indonesia yang memiliki wilayah perairan sangat luas dinilai membutuhkan infrastruktur terapung yang kuat, fleksibel, dan mudah dikembangkan. Melihat peluang tersebut, Bajau Indo menghadirkan sistem modular yang dapat diaplikasikan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari fasilitas wisata, pelabuhan, transportasi laut, hingga konservasi lingkungan.
Perusahaan membagi produknya ke dalam dua segmen utama, yaitu sektor utilitas dan sektor pariwisata. Untuk utilitas, struktur modular digunakan sebagai dermaga kapal, jetty, pontoon work boat, fasilitas pemeliharaan jembatan, hingga penghalang sampah terapung. Sementara pada sektor pariwisata, sistem tersebut dapat dimanfaatkan untuk pembangunan restoran terapung, hotel terapung, marina, dermaga wisata, katamaran, serta berbagai fasilitas rekreasi di atas air.
Selain memperkenalkan sistem ponton modular, Bajau Indo juga menampilkan NUSA Dock, yaitu sistem dermaga apung yang dirancang lebih stabil, mudah dipasang, memiliki tampilan modern, serta dapat diterapkan di marina, kawasan wisata bahari, pelabuhan kecil, maupun fasilitas tambat kapal.
Di bidang pelestarian lingkungan, perusahaan turut menghadirkan BELIDA Smart Floating Trash Barrier System, yaitu sistem penghalang sampah terapung yang berfungsi mengumpulkan sampah di sungai maupun kawasan pesisir sebelum terbawa ke laut. Inovasi tersebut diharapkan mampu membantu pemerintah maupun pengelola kawasan wisata menjaga kualitas lingkungan perairan.
Seluruh produk Bajau Indo menggunakan material polyethylene berkualitas tinggi yang dilengkapi perlindungan ultraviolet (UV) dan foam polyurethane bebas CFC sehingga memiliki daya apung tinggi, tahan terhadap korosi, benturan, serta perubahan cuaca ekstrem. Material tersebut menjadikan produk memiliki umur pakai yang panjang dengan kebutuhan perawatan yang relatif rendah.
Sebagai produk dalam negeri, Bajau Indo juga telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen. Deviana menegaskan bahwa kualitas produk lokal tidak kalah bersaing dengan produk impor.
“Kami ingin membuktikan bahwa produk Indonesia mampu bersaing. Produk kami tahan lama, memiliki TKDN 40 persen, dan kami memberikan garansi hingga tujuh tahun sebagai bentuk komitmen terhadap kualitas,” ujarnya.
Selama lima hari mengikuti IndoBuildTech Expo 2026, respons pengunjung dinilai sangat positif. Banyak arsitek, kontraktor, konsultan, pengembang, hingga investor yang datang untuk berdiskusi mengenai potensi penerapan struktur apung pada berbagai proyek pembangunan di Indonesia.
Menurut Deviana, tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap infrastruktur maritim modern semakin meningkat, terutama di tengah berkembangnya sektor pariwisata bahari, pembangunan marina, kawasan pesisir, serta berbagai proyek pengembangan waterfront di Indonesia.
Ke depan, Bajau Indo menargetkan dapat memperluas pemanfaatan struktur apung modular di berbagai daerah sekaligus mendukung program pemerintah dalam pembangunan infrastruktur maritim yang berkelanjutan.
“Kami berharap Indonesia semakin memanfaatkan potensi sebagai negara maritim melalui penggunaan produk-produk buatan dalam negeri. Semoga IndoBuildTech terus berkembang sehingga semakin banyak perusahaan nasional yang dapat memperkenalkan inovasinya kepada pasar yang lebih luas,” tutup Deviana.
Melalui slogan “Bring Your Business to The Next Level”, Bajau Indo menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan solusi struktur apung modular yang inovatif, aman, efisien, dan berkelanjutan guna mendukung pembangunan sektor pariwisata, pelabuhan, kawasan pesisir, serta konservasi lingkungan di Indonesia.
